Tips Memilih Pintu Rumah

Pintu pada rumah memiliki banyak fungsi selain untuk faktor keamanan rumah itu sendiri. Baik untuk menambah keindahan hunian atau menjaga privasi rumah, memilih pintu rumah, tentu harus mengutamakan bahan serta modelnya.

Berikut ada beberapa tips yang dapat menjadi panduan dalam memilih pintu rumah, yaitu :

1. Fungsi Keamanan kekuatan yang terlihat dari bahan kayunya
Pemasangan pintu sering dimaksudkan sebagai salah satu piranti keamanan. Karena itu maka pintu yang dipasang harus memiliki kekuatan yang cukup untuk melindungi seluruh barang ataupun seluruh isi yang ada didalam rumah tersebut dari hal negatif yang mungkin saja terjadi.
Pemilihan kekuatan pintu yang paling umum dilakukan adalah berdasarkan fungsi pintu yang sesuai letak penempatannya pada rumah tersebut. Misalnya saja pintu depan rumah yang merupakan pintu utama, sehingga Anda harus memilih bahan yang kuat atau dari bahan yang tidak mudah untuk dijebol.

2. Fungsi Keindahan yang terlihat dari desain atau model pintunya
Pintu merupakan salah satu bagian rumah yang secara langsung bisa memberikan dampak terhadap nilai keindahan dari sebuah rumah. Maka dari itu untuk mempercantik rumah Anda, Anda perlu desain pintu yang cocok dengan model bangunan rumah Anda sendiri, apakah dengan pintu model klasik, minimalis, semi minimalis ataupun yang lainnya.
Namun, pemilih pintu untuk fungsi keindahannya tentu harus tetap memperhatikan fungsi keamanan. Sehingga pemilihan model dari pintu juga memperhitungkan ukuran dan jenis bahan kayu yang digunakan. Jika Anda salah dalam penyesuaian ini maka hal yang tidak diharapkan kemungkinan saja bisa terjadi, misal terjadinya ketidak-simetrisan bentuk karena pengaruh cuaca yang ekstrim seperti pintu akan menjadi melengkung, miring ataupun yang lainnya, walaupun hal ini bisa saja disiasati dengan cara lain.
3. Fungsi Ketahanan yang telihat dari jenis atau bahan kayunya
Setiap jenis kayu akan memiliki karakteristik yang berbeda-beda baik itu dari segi ketahanan , kelenturan, kekerasan maupun teksturnya. Selain itu satu hal yang paling penting yaitu tingkat kadar air atau kekeringan kayu pada pintu tersebut. Bahan kayu yang baik untuk dijadikan pintu adalah kayu jati, kayu merbau, kayu kamper atau kayu meranti.
Dengan semakin bertambah kekuatan bahan kayu tersebut maka akan semakin bertambah pula nilai nominal atau harga dari kayu itu sendiri. Sebagai contohnya, kayu jati yang memiliki ketahanan hingga puluhan tahun akan berbeda dengan kayu kamper yang nilai ketahannnya mungkin hanya sekitar 10 atau 20% dari kayu jati.
4. Fungsi Ekonomis dengan melihat harganya
Untuk harga pintu, akan sangat bergantung dari beberapa hal yang diantaranya adalah jenis dari bahan kayu yang digunakan seperti jati, merbau, bengkirai, kamper, meranti, nyatoh ataupun yang lainnya, desain dari pintu yang dibuat dengan teknik pengerjaan serta finishingnya.
Kombinasi dari pemakaian kayu dengan bahan lain misalnya kaca atau hiasan atau ornamen lainnya tentu akan berpengaruh juga terhadap faktor harga dari pintu itu sendiri.

Postingan populer dari blog ini

Warna Cat Dinding yang Dihindari

Cara Menghilangkan Noda Cat pada Keramik

Mengenal Bahan Pintu Kamar Mandi